9 Tradisi Unik Selama Ramadhan Dari Seluruh Nusantara

Belanjabekas – Hai bebs, tidak terasa kita semua akan bertemu lagi dengan bulan suci Ramadhan 1439 H.  Indonesia dengan berbagai macam suku bangsa dan budaya, ikut menyemarakkan dalam menyambut bulan suci Ramadhan.  Berikut  9 tradisi unik selama bulan ramadhan dari seluruh nusantara :

  1. NYADRAN adalah serangkaian upacara yang dilakukan oleh masyarakat Jawa, terutama Jawa Tengah. Nyadran adalah tradisi pembersihan makam oleh masyarakat Jawa, umumnya di pedesaan. Dalam bahasa Jawa, Nyadran berasal dari kata sadran yang artiya ruwah syakban. Nyadran adalah suatu rangkaian budaya yang berupa pembersihan makam leluhur, tabur bunga, dan puncaknya berupa kenduri selamatan di makam leluhur.  Tradisi Nyadran adalah tradisi nusantara yang di Islamkan. Ada beberapa nama untuk tradisi ziarah kubur menjelang bulan Ramadhan atau di akhir bulan Sya’ban ini. Orang-orang di wilayah Jawa ada yang mengatakan dengan istilah arwahan, nyekar, nyadran (sekitar Jawa Tengah), kosar (sekitar Jawa Timur), munggahan (sekitar tatar Sunda) dan lain sebagainya. Bagi sebagian orang, hal ini menjadi seperti kewajiban yang bila ditinggalkan terasa ada yang kurang dalam melangkahkan kaki menyongsong puasa Ramadhan.
  1. NYOROG adalah tradisi masyarakat Betawi yang dilakukan dalam rangka menyambut bulan Ramadan. Tradisi ini berupa kegiatan membagikan berbagai bingkisan, seperti bahan makanan mentah, gula, susu, kopi, ikan bandeng dan daging kerbau kepada sanak keluarga. Terkadang bingkisan dari nyorog itu berupa makanan khas Betawi yang dimasukkan ke dalam rantang, sayur gabus pucung Tujuan dari tradisi nyorog adalah untuk mengingatkan bahwa sebentar lagi bulan suci Ramadan akan tiba dan sebagai ajang untuk saling silaturahmi satu sama lain.
  1. PACU JALUR merupakan salah satu tradisi dari Daerah Riau. Pacu jalur adalah sebuah perlombaan mendayung di sungai dengan menggunakan sebuah perahu panjang yang terbuat dari kayu pohon. Panjang perahu ini bisa mencapai 25 hingga 40 meter dan lebar bagian tengah kira-kira 1,3 m s/d 1,5 m, dalam bahasa penduduk setempat, kata Jalur berarti Perahu. . Lombanya cukup sederhana, satu kelompok terdiri dari banyak peserta dan setiap kelompok menggunakan satu perahu. Setiap tim harus bekerja sama mendayung perahu agar bisa sampai ke garis finish lebih dulu. Biasanya, lomba ini diselenggarakan di beberapa sungai di Riau.
  1. BALIMAU adalah tradisi mandi menggunakan jeruk nipis yang berkembang di kalangan masyarakat Minangkabau dan biasanya dilakukan pada kawasan tertentu yang memiliki aliran sungai dan tempat pemandian. Diwariskan secara turun temurun, tradisi ini dipercaya telah berlangsung selama berabad-abad. Latar belakang dari balimau adalah membersihkan diri secara lahir dan batin sebelum memasuki bulan Ramadan, sesuai dengan ajaran agama Islam, yaitu menyucikan diri sebelum menjalankan ibadah puasa. Secara lahir, mensucikan diri adalah mandi yang bersih. Zaman dahulu tidak setiap orang bisa mandi dengan bersih, baik karena tak ada sabun, wilayah yang kekurangan air, atau bahkan karena sibuk bekerja maupun sebab yang lain. Saat itu pengganti sabun di beberapa wilayah di Minangkabau adalah limau (jeruk nipis), karena sifatnya yang melarutkan minyak atau keringat di badan.
  1. APEMAN,  sudah menjadi tradisi menjelang datangnya bulan suci Ramadhan digelar Festival Apeman di Yogyakarta. Meriahnya Festival Apeman ini juga terlihat di Kampung Sosromenduran, yang tak jauh dari Malioboro. Juga kampung-kampung lainya diwilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kue apem, yang berbentuk bundar dan terbuat dari tepung beras dan gula, dipilih masyarakat Jawa Timur  dan Jawa Tengah sebagai simbol permintaan maaf sebab konon nama apem berasal dari bahasa arab kata “affuwwun” — yang berarti maaf atau ampunan. Maksud dan tujuannya selain kumpul warga juga ajang silaturahmi sebelum puasa. Artinya kegiatan ini untuk mengirim doa kepada leluhur sebelum kita menjalankan ibadah puasa
  1. DUGDERAN merupakan festival untuk menandai dimulainya ibadah puasa di bulan Ramadan yang diadakan di Kota Semarang. Perayaan yng telah dimulai sejak masa kolonial ini dipusatkan di daerah Masjid Agung Kauman di dekat pasar Johar. Perayaan dibuka oleh wali kota dan dimeriahkan oleh sejumlah mercon dan kembang api (nama “dugderan” merupakan onomatope dari suara letusan). “Dug” yang berarti bunyi yang berasal dari bedug yang dibunyikan saat ingin shalat Maghrib. Sementara “deran” adalah suara dari mercon yang dimeriahkan oleh kegiatan ini.
  1. MEGIBUNG, Meski penduduk Bali beragam Hindu, namun tak berarti tidak ada tradisi khusus saat bulan Ramadan di pulau ini. Warga Kampung Islam Kepaon, Denpasar, masih menjalankan tradisi Megibung, yakni berbuka puasa bersama di masjid setiap memasuki hari ke-10 bulan Ramadan.Megibung merupakan tradisi yang dimiliki oleh warga Karangasem, yang daerah terletak di ujung timur Pulau DewataBaliIndonesiaMegibung berasal dari kata gibung yang diberi awalan me-.  Gibung artinya kegiatan yang dilakukan oleh banyak orang, yakni saling berbagi antara satu orang dengan yang lainnya. Megibung adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh banyak orang untuk duduk makan bersama dan saling berdiskusi dan berbagi pendapat.
  1. BAGARAKAN SAHUR merupakan aktivitas sekelompok pemuda di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur yang bangun di tengah malam selama bulan puasa dengan tujuan membangunkan umat Muslim untuk makan sahur. Tidak ada catatan yang menyebutkan awal mula dilakukannya bagarakan ini. Konon tradisi ini sudah ada sejak munculnya Islam di tanah Banjar. Dahulu warga akrab dengan badadamaran atau menyalakan lampu dari getah kayu damar. Lampu-lampu pelita biasanya dipajang di halaman rumah dan pinggiran jalan sejak malam 21 Ramadan hingga menjelang lebaran. Tradisi bagarakan sahur ini sudah sejak lama berlangsung secara turun temurun.Bagarakan Sahur menjadi hiburan rakyat yang populer setiap Ramadan. Saat itu, tak hanya besi tua yang menjadi alat yang dipukul, tetapi ditambah dengan suara serulinggendang, dan gong.
  1. PAWAI OBOR merupakan tradisi yang sering dilakukan oleh masyarakat Kalimantan Barat saat menjelang Ramadhan.  Pawai Obor adalah iring-iringan sekelompok orang yang dilakukan di jalan raya dengan menggunakan kostum, yaitu baju muslimsambil membawa obor yang terbuat dari bambu. Rombongan pawai ini diiringi alat musik rabana atau juga gendang sambil bersalawat.Pawai obor dilakukan saat malam hari menjelang bulan suci ramadhan dengan diikuti oleh anak-anak, remaja, hingga orang tua. Disetiap daerah yang melaksanakan pawai obor ini memiliki waktu yang berbeda. Ada yang mengadakannya saat malam menjelang bulan suci ramadhan ada juga yang mengadakannya di hari terakhir bulan suci ramadhan.

Kami Keluarga Besar Belanjabekas.com mengucapkan Marhaban ya Ramadhan.
Mohon maaf lahir dan batin.
Mari sucikan hati, jernihkan pikiran dan menjaga lisan kita.
Sambut Ramadhan dengan penuh bahagia dan suka cita.

 

“Untuk persiapan Ramadhan yuk beli produk-produk terbaik di ecommerce kesayangan  https://www.belanjabekas.com/”

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top
%d bloggers like this: